Yuk, Kenali Penyakit Kolitis Ulseratif Sejak Dini

Menurut laman Alodokter, penyakit kolitis ulseratif merupakan sebuah peradangan pada usus besar (kolon) dan akhir usus besar yang tersambung pada anus (rektum). Penyakit kolitis ulseratif biasanya ditandai dengan terus menerus buang air besar yang disertai darah atau nanah pada tinjanya.

Sedangkan menurut laman Klikdokter, penyakit kolitis ulseratif ini juga dapat menyebabkan peradangan jangka panjang. Selain mengganggu aktivitas, penyakit kolitis ulseratif juga bisa menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa seperti osteoporosis, gangguan pertumbuhan, kolangitis sklerosis primer, megakolon toksik, dan kanker kolorektal.

Untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar terserang penyakit kolitis ulseratif atau tidak sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter serta melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tertentu.

Pada laman Halodoc, ada beberapa bagian penyakit  kolitis ulseratif menurut tingkat keparahannya.

  1. Ulcerative Proctitis.

Kolitis jenis ini merupakan kolitis yang paling ringan. Biasanya, hanya terjadi dekat anus dan munculnya pendarahan pada dubur.

  1. Proctosigmoiditis.

Peradangan jenis ini terjadi pada ujung usus besar dan rektum (anus). Kolitis jenis ini biasanya ditandai dengan perut kram, diare berdarah serta tidak mampu buang air besar hingga tuntas atau yang biasa disebut tenesmus.

  1. Left-sided colitis.

Pada kondisi ini, peradangan sudah meluas dari rektum (anus) melalui kolon menurun dan kolon sigmoid. Pada fase ini, biasanya penderita akan kekurangan berat badan serta kram perut pada sisi kiri.

  1. Pancolitis.

Pada kondisi ini penderita akan mengalami peradangan yang cukup parah pada usus besar dan mengalami diare berdarah yang lumayan parah. Biasanya, peradangan jenis ini ditandai dengan penurunan berat badan yang cukup ekstrim.

  1. Kolitis ulseratif akut. 

Peradangan ini jarang terjadi. Namun, jika terjadi biasanya ditandai dengan diare terus menerus, demam, dan tidak bisa makan.

Selain dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, kolitis ulseratif juga dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kasus yang sering dijumpai, yaitu:

  1. Kolitis ulseratif.

Seperti yang kita tahu, penyakit ini menyerang usus besar (kolon). Pada kondisi ini, sistem pencernaan mengalami kekeliruan kekebalan tubuh dalam memberikan reaksi pada sistem pencernaan yang sehat dan normal.

  1. Penyakit crohn.

Penyakit jenis ini biasanya menyerang seluruh sistem pencernaan. Dari mulut hingga anus. Biasanya, penyakit crohn sering dijumpai menjangkit usus halus (ileum) atau juga usus besar (kolon). Munculnya penyakit crohn sama penyebabnya dengan penyakit kolitis ulseratif yaitu kekeliruan kekebalan tubuh dalam memberikan reaksi pada sistem pencernaan yang sehat dan normal.

  1. Colitis collagenous.

Colitis collagenous sangat jarang dijumpai. Jika terserang penyakit ini biasanya akan ditandai dengan kumpulan kolagen tidak elastis dan tebal yang berada di bawah lapisan usus besar. Biasanya, colitis collagenous juga disebut dengan kolitis mikroskopis karena hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop.

Beda degan gejala kolitis lainnya, colitis collagenous biasanya ditandai dengan diare akut, tetapi tidak berdarah, lemas, kekurangan nutrisi, serta anemia.

  1. Kolitis limfositik.

Sama dengan colitis collagenous, colitis limfositik juga termasuk dalam kategori kolitis mikroskopis karena hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop. Penyakit ini terjadi karena adanya peningkatan sel-sel darah putih (limfosit) dalam usus besar. Orang yang terserang kolitis limfositik biasanya ditandai dengan diare berair, tetapi tidak berdarah.

Perlu diketahui, biasanya 5-8% penderita  penyakit kolitis ulseratif beresiko terkena kanker usus besar atau yang biasa disebut dengan kanker kolorektal. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan skrining kanker usus besar minimal 1-2 tahun sebagai upaya pencegahan.

Author Image
admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *